SISWO LANGGENG BUDOYO: Guncang PRSU ke-50 dengan Magis Budaya yang Memukau Ribuan Penonton
MEDAN – Kemegahan Panggung Keong dalam perhelatan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 menjadi saksi bisu keberhasilan luar biasa dari Paguyuban Krida Manunggal Budaya Sumatera Utara (Sumut) Sanggar Seni Siswo Langgeng Budoyo sukses menghipnotis ribuan pasang mata melalui pertunjukan seni yang megah dan penuh estetika pada Minggu malam (18/7/2026).
Sejak Monitor diputar, Sanggar Siswo Langgeng Budoyo langsung menyuguhkan komposisi seni tingkat tinggi yang memadukan keanggunan gerak tari tradisional dengan alunan musik etnik yang enerjik dan dinamis. Tata cahaya yang megah di Panggung Keong berpadu dengan kostum penari yang detail dan artistik, menciptakan harmoni visual yang mengundang decak kagum. Ribuan penonton yang memadati lokasi tampak terpaku, memberikan apresiasi berupa tepuk tangan gemuruh yang tidak henti-hentinya mengiringi setiap pergantian adegan.
Pendiri sekaligus Ketua Sanggar Siswo Langgeng Budoyo, Agus Widodo, bersama partner setianya, Iwan serta seluruh rekan-rekan seniman, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas sambutan luar biasa dari masyarakat. Penampilan di PRSU ke-50 ini menjadi bukti nyata konsistensi sanggar dalam merawat marwah seni tradisi di tengah arus modernisasi.
"Kami sangat bangga bisa memberikan penampilan terbaik bagi masyarakat di momen spesial PRSU ke-50 ini. Bagi kami, setiap panggung adalah kesempatan untuk menyampaikan pesan bahwa seni budaya kita memiliki nilai luhur yang harus terus dijaga," ujar Agus Widodo.
Senada dengan Agus, Iwan menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari dedikasi dan sinergi yang solid antar sesama seniman di dalam sanggar. "Kekompakan, disiplin, dan kecintaan kami pada budaya menjadi bahan bakar utama. Kami ingin memastikan setiap karya yang kami bawa memberikan dampak emosional bagi para penonton," jelas Iwan.
Rekam Jejak yang Mengesankan
Agus dan Iwan menjelaskan bahwa kualitas pertunjukan yang mereka suguhkan bukanlah hasil instan. Keikutsertaan mereka dalam acara-acara besar seperti PRSU merupakan rangkaian dari agenda padat sanggar yang terus bergerak aktif.
"Bukan kali ini saja sanggar memberikan penampilan yang baik. Sebelumnya, kami juga sukses membawakan Drama Kolosal pada Festival Revitalisasi Sejarah Tembakau beberapa hari lalu. Dalam drama tersebut, kami menghadirkan narasi megah mengenai perjuangan dan kejayaan sejarah tembakau yang menjadi fondasi ekonomi Sumatera Utara di masa lampau. Keberhasilan menyampaikan pesan sejarah melalui seni tari itulah yang kami bawa kembali ke panggung PRSU malam ini," ungkap Agus dengan bangga.
Harapan bagi Pelestarian Budaya
Pencapaian gemilang Sanggar Siswo Langgeng Budoyo ini menjadi bukti konkret bahwa kesenian tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Melalui bimbingan Agus Widodo, Iwan, dan para pengurus lainnya, sanggar ini terus berkomitmen menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus melestarikan identitas budaya Sumatera Utara.
Keberhasilan penampilan di Panggung Keong PRSU ke-50 ini diharapkan mampu menjadi pemacu semangat bagi komunitas seni lainnya untuk terus berkarya, sekaligus memperkuat posisi Paguyuban Krida Manunggal Budaya sebagai pilar utama dalam menjaga eksistensi budaya di Sumatera Utara.
SISWO LANGGENG BUDOYO: Guncang PRSU ke-50 dengan Magis Budaya yang Memukau Ribuan Penonton






























