Kolaborasi Seni Jaran Kepang Endang Sewu Tapsel dan Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan Pukau Masyarakat
Aek Pining Tapsel – Suasana hajatan pernikahan di kawasan Aek Pining Kampung Pasir, Tapanuli Selatan, mendadak berubah menjadi pertunjukan kebudayaan yang sangat menarik pada Minggu (28/6/2026). Penampilan yang seharusnya menjadi acara syukuran pernikahan sebagainya biasanya, bertransformasi menjadi pusat perhatian masyarakat berkat penampilan kolaborasi mantap betul antara Sanggar Seni Jaran Kepang legendaris Endang Sewu dari Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan Sanggar Tri Laras dari Padangsidimpuan.
Kesenian Jaran Kepang bukanlah hal asing bagi masyarakat Aek Pining. Bagi masyarakat setempat, kesenian ini lebih dari sekadar tontonan; ia adalah identitas yang telah dicintai dari generasi ke generasi. Sang tuan rumah hajatan, yang sejak lama dikenal sebagai penggemar aktif kesenian fenomenal ini, secara khusus mendatangkan kedua kelompok tersebut untuk memeriahkan momen bahagia keluarganya.
"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang menyentuh akar budaya. Melihat Endang Sewu berpadu dengan Tri Laras adalah sebuah kerinduan yang akhirnya terbayar lunas hari ini," ujar salah satu kerabat keluarga penyelenggara hajatan.
Puncak ketegangan terjadi saat irama gamelan mulai bertalu dengan tempo cepat, memicu suasana menjadi magis. Para pemain senior yang larut dalam energi pertunjukan mendadak mengalami trance (hilang kendali). Dalam kondisi yang tak terduga, beberapa pemain melesat keluar dari arena dan berlarian menuju tengah jalan raya, memicu riuh penonton yang terpaku sekaligus waspada.
Momen dramatis ini tidak berlangsung lama. Dengan cekatan dan penuh ketenangan, sang pawang segera mendekati pemain yang sedang dalam kondisi bawah sadar. Bisikan lembut di telinga sang pemain seolah menjadi mantra yang mengembalikan kesadaran mereka secara perlahan. Tak berselang lama, para pemain kembali ke arena utama, melanjutkan atraksi dengan harmoni yang lebih memukau, membuat penonton berdecak kagum akan misteri dan keprofesionalan mereka.
Di balik riuhnya alunan musik dan aksi panggung, kesenian ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga sekitar. Tim Krida Manunggal Budaya (KMB) Sumut Padangsidimpuan yang memantau langsung di lokasi, mencatat geliat positif di sektor ekonomi kreatif. Sepanjang jalan menuju lokasi acara, deretan beberapa tenda pelaku Usaha Kreatif Masyarakat (UKM) tampak diramaikan pembeli.
Saat tim KMB menyambangi salah satu lapak UKM di pinggir arena pertunjukan, Tim KMB bertanya tentang kondisi penjualan hari itu. Gimana mas jualan nya ke salah satu pedagang? "Lancar, Alhamdulillah. Acara seperti ini adalah berkah bagi kami para pelaku usaha kreatif masyarakat. Dagangan jauh lebih cepat habis dibandingkan hari biasanya," jawab sang pedagang dengan senyum lebar penuh rasa syukur.
Keberhasilan kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kesenian tradisional seperti Jaran Kepang masih memiliki posisi istimewa di hati masyarakat. Tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, namun juga menjadi wadah pemersatu warga dan penggerak ekonomi mikro.
Kehadiran Krida Manunggal Budaya (KMB) Sumut Padangsidimpuan di lokasi juga menegaskan komitmen untuk terus mengawal dan mendokumentasikan setiap aksi pelestarian budaya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok seperti Endang Sewu Tapanuli Selatan dan Sanggar Tri Laras Padangsidimpuan maupun sanggar yang lainnya, agar nilai-nilai luhur ini tidak hilang ditelan zaman dan pemangku kebijakan seperti pemerintahan, ataupun pihak terkait bisa melihat langsung kondisi yang dialami sanggar-sanggar seni Indonesia ini.
KMB SUMUT Tribun Padangsidimpuan.Blogspot.com





0 komentar:
Posting Komentar